Apakah kalian pernah mendengar istilah tentang Filter Bubble?
Ya, Filter Bubble merupakan algoritma dari media social yang jarang disadari oleh tiap-tiap manusia bahwa mereka terjebak didalam suatu keadaan dimana mereka hanya berkutit pada satu peristiwa yang sering ia telusuri. Lebih jelasnya Filter Bubble merupakan fenomena dimana media sosial hanya menampilkan informasi tentang apa yang kita minati melalui algoritma media sosial tersebut. Sampai sini apakah sudah jelas sobat ??
Jika kalian masih belum paham akan istilah Filter Bubble, saya akan ambil contoh agar kalian bisa memahami. Suatu kejadian ketika kita bermain dalam salah satu plaftrom media social (Instagram) dalam berselancar di Instagram itu misal kita sering melihat berita tentang Presiden Joko Widodo, maka secara otomatis informasi tentang jokowi akan selalu muncul entah dalam beranda atau laman pencarian di Instagram...benar apa tidak ? Kalian pasti mengalami deh.
Dengan begitu, informasi yang tidak selaras dengan apa yang kamu lihat ,tidak akan muncul ke dalam beranda instagram kalian. Hal ini memunculkan kecenderungan seseorang hanya percaya dengan satu informasi yg tersebar di dekatnya tanpa melihat informasi yang lain.
Lalu, jika begitu enak dong kalian bisa mudah menggali informasi karena sudah ada di dekatnya?
Waduhhh... Justru dengan adanya fenomena Filter Bubble tersebut memunculkan berbagai masalah dan sifat-sifat buruk muncul di dalam benak seseorang yang terperangkap Filter Bubble.
Salah satunya yaitu, False Consensus Effect (menjadi merasa paling benar karena kita merasa semua orang juga memiliki pandangan seperti kita) merupakan salah satu sifat yang bisa di timbulkan dari akibat adanya perangkap gelembung. Ketika seseorang terlalu sering menerima atau melihat informasi yang berkutat pada social mediannya, maka otomatis ia memperoleh berbagai bentuk informasi yang sesuai dengan yang ia minati, hal ini berdampak buruk ketika dihadapkan dengan suatu hal yang berbeda menurut pandangannya, ia akan membela karena merasa informasi yang dia dapat adalah paling benar sehingga berakibat fatal dan memunculkan sifat Fanatik. Selain berdampak pada kehidupan pribadi masyarakat, ternyata Filter Bubble juga memiliki dampak besar terhadap kehidupan berdemokrasi....hmm mengerikan ya ?
Dampak terhadap kehidupan berdemokrasi dengan adanya Filter Bubble.
Ternyata Filter Bubble juga berdampak pada kehidupan berdemokrasi? Yap, benar sekali. Seorang tokoh bernama Wired dan El-bermawy berpendapat bahwa Filter Bubble juga merupakan salah satu dampak dari rusaknya kehidupan berdemokrasi. Hal ini diakibatkan karena keterbatasan atau kebebasan untuk berpendapat hanya terfokus pada satu sudut pandang. Hal ini menjadi salah satu ancaman untuk keberlangsungan kehidupan berdemokrasi, tak lama ini Indonesia sedang memanas karena adanya masalah pemilihan presiden, yang kita tau kedua kubu saling memberikan opininya merasa paling benar dari hasil apa yang telah didapat dari akses yang sering ia kunjungi. Mereka merasa informasi yang ia terima dalam perangkap Filter Bubble telah menjadi informasi mayoritas orang lain, padahal belum tentu di luar sana informasi itu benar karena masih ada sudut pandang lain.
Jadi kalian sudah sedikit paham kan akan Filter Bubble dan bagaimana dampaknya di kehidupan.......jika kalian masih belum paham silahkan bisa kunjungi referensi di bawah ini :
http://fisip.ui.ac.id/fenomena-slacktivism-dan-filter-bubble-sebagai-dampak-clicking-monkey-di-media-sosial/
https://m.bisnis.com/sumatra/read/20181210/432/867710/spektrum-efek-filter-bubble
See you next time, bosq!!
Thank you.
Semoga bermanfaat
Ya, Filter Bubble merupakan algoritma dari media social yang jarang disadari oleh tiap-tiap manusia bahwa mereka terjebak didalam suatu keadaan dimana mereka hanya berkutit pada satu peristiwa yang sering ia telusuri. Lebih jelasnya Filter Bubble merupakan fenomena dimana media sosial hanya menampilkan informasi tentang apa yang kita minati melalui algoritma media sosial tersebut. Sampai sini apakah sudah jelas sobat ??
Jika kalian masih belum paham akan istilah Filter Bubble, saya akan ambil contoh agar kalian bisa memahami. Suatu kejadian ketika kita bermain dalam salah satu plaftrom media social (Instagram) dalam berselancar di Instagram itu misal kita sering melihat berita tentang Presiden Joko Widodo, maka secara otomatis informasi tentang jokowi akan selalu muncul entah dalam beranda atau laman pencarian di Instagram...benar apa tidak ? Kalian pasti mengalami deh.
Dengan begitu, informasi yang tidak selaras dengan apa yang kamu lihat ,tidak akan muncul ke dalam beranda instagram kalian. Hal ini memunculkan kecenderungan seseorang hanya percaya dengan satu informasi yg tersebar di dekatnya tanpa melihat informasi yang lain.
Lalu, jika begitu enak dong kalian bisa mudah menggali informasi karena sudah ada di dekatnya?
Waduhhh... Justru dengan adanya fenomena Filter Bubble tersebut memunculkan berbagai masalah dan sifat-sifat buruk muncul di dalam benak seseorang yang terperangkap Filter Bubble.
Salah satunya yaitu, False Consensus Effect (menjadi merasa paling benar karena kita merasa semua orang juga memiliki pandangan seperti kita) merupakan salah satu sifat yang bisa di timbulkan dari akibat adanya perangkap gelembung. Ketika seseorang terlalu sering menerima atau melihat informasi yang berkutat pada social mediannya, maka otomatis ia memperoleh berbagai bentuk informasi yang sesuai dengan yang ia minati, hal ini berdampak buruk ketika dihadapkan dengan suatu hal yang berbeda menurut pandangannya, ia akan membela karena merasa informasi yang dia dapat adalah paling benar sehingga berakibat fatal dan memunculkan sifat Fanatik. Selain berdampak pada kehidupan pribadi masyarakat, ternyata Filter Bubble juga memiliki dampak besar terhadap kehidupan berdemokrasi....hmm mengerikan ya ?
Dampak terhadap kehidupan berdemokrasi dengan adanya Filter Bubble.
Ternyata Filter Bubble juga berdampak pada kehidupan berdemokrasi? Yap, benar sekali. Seorang tokoh bernama Wired dan El-bermawy berpendapat bahwa Filter Bubble juga merupakan salah satu dampak dari rusaknya kehidupan berdemokrasi. Hal ini diakibatkan karena keterbatasan atau kebebasan untuk berpendapat hanya terfokus pada satu sudut pandang. Hal ini menjadi salah satu ancaman untuk keberlangsungan kehidupan berdemokrasi, tak lama ini Indonesia sedang memanas karena adanya masalah pemilihan presiden, yang kita tau kedua kubu saling memberikan opininya merasa paling benar dari hasil apa yang telah didapat dari akses yang sering ia kunjungi. Mereka merasa informasi yang ia terima dalam perangkap Filter Bubble telah menjadi informasi mayoritas orang lain, padahal belum tentu di luar sana informasi itu benar karena masih ada sudut pandang lain.
Jadi kalian sudah sedikit paham kan akan Filter Bubble dan bagaimana dampaknya di kehidupan.......jika kalian masih belum paham silahkan bisa kunjungi referensi di bawah ini :
http://fisip.ui.ac.id/fenomena-slacktivism-dan-filter-bubble-sebagai-dampak-clicking-monkey-di-media-sosial/
https://m.bisnis.com/sumatra/read/20181210/432/867710/spektrum-efek-filter-bubble
See you next time, bosq!!
Thank you.
Semoga bermanfaat

Komentar