Hai bosq !! Apa kabar ? Btw, udah lama nih jarang post artikel hehe maaf ya.
Oke dalam kesempatan kali ini, aku bakal kasih penjelasan mengenai apa itu "Jurnalis Robot" apakah peranan robot ini bakal gantiin profesi seorang jurnalis atau justru malah saling bekerja sama dalam membuat berbagai kegiatan jurnalistik ? Bingung kan ? Sama aku juga hahaha... Yuk simak ulasan berikut.
Jurnalisme Robot merupakan salah satu jenis dari computer-assisted reporting (CAR) tingkat lanjut dari penggunaan Artificial Intelligience (AL) yang bermanfaat untuk melakukan pencarian berbagai data, melakukan analisis, dan yang paling mengancam seorang jurnalis yaitu dapat menulis informasi atau berita dengan cepat. Namun, berdasarkan berbagai riset yang dilakukan oleh para ahli, salah satunya petinggi dari platfrom media beritagar menampik akan hal ini, jurnalis "sungguhan" atau manusia perannya tetap tidak dapat digantikan, justru dengan sistem kerja Robotorial, jurnalis manusia akan terbantu dengan peran robot ini, mengingat ketika seorang jurnalis mengerjakan hal yang bersifat klerikal dapat dialokasikan untuk menyusun suatu karya yang in-depth (mendalam) dan investigatif dalam bentuk laporan berita yang panjang dan lengkap (long form). Perlu di garis bawahi, bahwa peranan robot hanyalah membantu tidak lebih, robot juga hanyalah buatan manusia, yang ketika sistem kerja robot tidak di kelola oleh manusia dengan baik, sama saja robot tidak berfungsi dalam melakukan perannya dengan baik sebagai jurnalisme robot.
Berarti, jika robot hanyalah buatan manusia masih banyak kesalahan presisi berita?
Ya, menurut saya pribadi hal itu masih mungkin dapat terjadi. Mengambil kasus dari LA Times yang menggunakan peran robot dalam penulisan berita, telah ditemukan berbagai kesalahan data yang dirilis oleh jurnalisme robot tersebut.
Artinya, mekanisme robot tentu masih memerlukan peran manusia. Dalam konteks ini peranan manusia tidak dapat digantikan secara langsung oleh robot. Jika kita berpikir secara logika, ketika manusia saja masih banyak melakukan kesalahan dalam pembuatan sebuah berita atau liputan, bagaimana dengan robot ? Yang sistem pengolahan data dan kinerjannya dalam melakukan penulisan berita masih harus di dukung oleh peran jurnalis "sungguhan" atau manusia. Mungkin kecerdasan robot akan lebih sempurna ketika nantinya, dia bisa melakukan tindakan sendiri, seperti mencari liputan, menelpon narasumber dan lain sebagainya.
Lalu, bagaimana dengan identitas jurnalis digital dan jurnalis tradisional dengan kehadiran robot jurnalis ?
Identitas dari kedua jurnalis tersebut tidak ada yang berubah sama sekali, kehadiran jejaring internet membentuk jenis algoritma baru, yaitu agregasi berita yang merupakan situs online yang mengumpulkan berita serta konten-konten lain dari media online lainnya dan Robot jurnalis masuk kedalam algoritma tersebut, jenis dari robot jurnalistik ini adalah blog aggregators yang kalian perlu ketahui bahwa dimana sistem kerja media ini menggunakan peran pihak ketiga untuk membuat konten baru dalam situsnya.
Tentu hal diatas peran dari kedua identitas jurnalis robot dan jurnalis manusia masih saling berkaitan tanpa adanya perubahan identitas yang di pegang oleh kedua bentuk identitas jurnalis tersebut.
Yap, cukup sekian sedikit penjelasan mengenai dilema munculnya jurnalisme robot. Semoga bermanfaat, dan apabila kalian masih bingung dengan penjelasan sederhana dari admin, kalian boleh cari informasi dari sumber penulisan yang aku buat.
http://www.remotivi.or.id/amatan/481/Praktik-Jurnalisme-Robot,-Senjakala-Jurnalis?
https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20190310125557-185-375922/robot-jurnalis-mengubah-cara-kerja-di-perusahaan-media
Sri Oktavia Amran. 2018. Jurnalisme Robot dalam Media Daring Beritagar.id . Ilmu komunikasi Universitas Indonesia.

Komentar