GEMES (Gerakan Melek Sejarah) berhasil menarik perhatian kaum tua dan muda dalam membangun Indonesia Berkarakter


Ayo Ke Magelang !!

Hai sobatku, apa kabar? Udah sayang sama Magelang belum? Apa malah sayang sama yang lain hmmm.... Jika belum yuk, sayangi Magelang seperti kamu menyayangi dirimu. Asaaaappppp

ayo ke magelang merupakan sebuah bentuk ajakan bagi para wisatawan di seluruh indonesia maupun wisatawan mancanegara agar bermaksud mengunjungi berbagai bentuk wisata, mulai dari alam, budaya hingga pagelaran pertunjukan.
Oleh karena itu Dinas kependidikan serta pariwisata Kota Magelang yang bekerja sama dengan pemerintah memberikan suatu pagelaran seni tari dan teater yang cukup menarik antusias baik kaum muda, anak-anak hingga orang tua.

Pagelaran ini berjuluk "Gemas" (Gerakan Melek Sejarah) yang di gelar pada hari Kamis, 28 Maret pada pukul 19.15 - 23.00 Wib. Dengan tema Literasi Sejarah Untuk Indonesia Berkarakter, kebetulan saya dan beberapa teman kelas jurnalisme online berkesempatan langsung untuk meliput dan mengamati jalannya acara tersebut.


Dalam acara ini walikota Magelang yaitu Bapak Sigit Widyonindito membuka pagelaran tersebut. Beliau berpesan kepada seluruh penonton yang hadir di kesempatan itu untuk sadar akan sejarah dan jangan pernah sekalipun melupakan sejarah, "apalagi pahlawan sebesar Diponegoro berasal dari kota ini" tutur pak Sigit sapaan akrabnya. Selayaknya dan sepantasnya kawula Muda harus tau perjuangan berat Pangeran Diponegoro dalam mempertahankan tanah jawa, salah satunya Kota Magelang ini.


Sesuai dengan tema acara yang berjuluk pagelaran teater tari, salah satu tarian rakyat asli Magelang "Tarian Gedruk" yang merupakan gabungan dari Tari Jathilan berkesempatan mengisi acara tersebut. Tari Gedruk ini berasal dari Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Ini merupakan salah satu kesenian asli dan hanya ada di Magelang, tarian gedruk ini berhasil membius setiap penonton dengan gerakan-gerakan yang sangat indah, lambaian tangan nan elok serta kekompakan dalam setiap gerakan membuat Tari Gedruk berhasil memukau hadirin di Gedung, Museum, Karesidenan Kedu, Magelang.


Puncak acara yang di tunggu-tunggu yaitu pagelaran teater "Akulah Diponegoro" dengan karangan naskah dari Landung Simatupang, Koreografer Djarot B. Dharsono, serta komposer Denis Sugiyanto dan para pemeran Mahasiswa ISI Surakarta. Berhasil memberikan pesan mendalam kepada para penikmat acara malam itu, tetater "Akulah Diponegoro" ini menceritakan babad alas jawa seorang Pangeran Diponegoro, dan rakyat jawa. Mereka berperang dan bertaruh nyawa untuk mempertahankan wilayah di Jawa ini, salah satunya ada di Kecamatan Tegalrerjo. Rakyat beserta Pangeran Diponegoro berusaha mempertahankan patok tanah yang di klaim milik antek-antek Belanda. Akibat perebutan wilayah ini, perang besar terjadi antara rakyat, pangeran Diponegoro melawan tentara-tentara Belanda. Yang kemudian dimenangkan oleh Pangeran Diponegoro dengan segala strategi yang telah dirancang serta kesaktiannya.


Seperti itulah sedikit gambaran acara yang saya amati, kita sebagai pemuda indonesia dan asli Magelang jangan sampai sedikitpun melupakan sejarah. Isilah setiap peringatan kemerdekaan dengan hal hal yang positif. See you next week breh!!!

Komentar